Kembang Telang

Entah apa yang ada di benak ilmuwan pada saat menemukan dan mengidentifikasi bunga ini sehingga genus bunga tersebut diberi nama after the human female pudenda, clitoris (organ sex luar wanita). Silahkan simak foto bunga disamping dan bandingkan bentuknya (dengan apa?) agar dapat memahami mengapa mereka terinspirasi menamainya demikian. Salah satu daerah di Indonesia, secara “jujur”, menyebutnya sebagai Bunga Kelentit. Menarik untuk ditelusuri apakah nama daerah tersebut merupakan terjemahan dari nama Ilmiahnya, atau nama ilmiahnya merupakan terjemahan dari nama daerah, atau keduanya tidak berhubungan tapi nama tersebut sama-sama terinspirasi oleh bentuk dan benda yang sama, meskipun oleh orang berbeda di tempat berbeda. Nama spesiesnya merupakan nama daerah di Indonesia: Ternate, sehingga nama Latin lengkapnya adalah Clitoria ternatea. (Jika di-Bahasa-Indonesia-kan bisa jadi berabe)

Kembang Telang, Bunga Biru, Bunga Kelentit, Bunga Telang, Kembang Teleng, Menteleng, Bunga Talang, Bunga Temanraleng, Bisi, atau Sejamagulele adalah tanaman semak menjalar tahunan dengan panjang 3-5 m, batang membelit, masif, dengan permukaan beralur berwarna hijau. Tanaman ini merupakan tanaman asli Asia tropis, biasa dijumpai di pekarangan atau di pinggir hutan.

Selain sebagai tanaman hias, warna biru dari ekstrak bunganya (berwarna biru cantik) kerap digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman. Konon tanaman ini juga berkhasiat sebagai obat. Dalam risalah obat-obatan tradisinonal Ayuvedic, tanaman ini digunakan selama berabad-abad sebagai peningkat daya ingat, nootropic, antistress, antidepressant, anticonvulsant , anxiolytic , penenang dan sedatif.

Karena bentuknya yang mirip salah satu organ tubuh manusia tanaman inipun sering digunakan untuk pengobatan yang berhubungan dengan bentuk tersebut, yaitu untuk mengatasi disfungsi seksual seperti berkurangnya kesuburan, mengatur menstruasi, bahkan sebagai aprodisiak.

Beberapa tulisan menyebutkan Clitoria ternatea mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, ca-oksalat , sulfur, kaemferol 3-glucoside, triterpenoid. delphinidin 3.3′.5′, triglucoside, dan fenol. Dengan demikian, tanaman ini konon dapat dijadikan obat untuk abses,/bisul , radang mata, demam, busung perut, sakit telinga, bronchitis, iritasi kandung kemih dan saluran kencing, juga sebagai pencahar, diuretik, perangsang muntah dan pembersih darah.

Anyway meskipun tanaman ini mempunyai sederet reputasi yang menjanjikan, saya lebih menyukainya sebagai tanaman hias. Bunganya yang Indah dapat dijadikan objek fotografi makro yang inspiratif.

(dari berbagai sumber; foto oleh Wahyu Purwakusuma)


3 thoughts on “Kembang Telang

  1. Pak Wahyu, apakah bisa saya dapatkan info ttg tempat yang banyak ditanami Clitoria ternatea di daerah Bogor, Jakarta dan Bandung? Bila ada, please data contact person-nya? Tks sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *